Senin, 14 September 2020

BIJI MATANYA

 

*BIJI MATA-NYA*

BACAAN: Ul 32: 10  Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

 

             SHALLOM...

Mengawali hari pertama di minggu ini adalah anugrah yang Tuhan berikan, kita boleh melewati hari-hari yang lalu karena penyertaan Tuhan. Kitab Ulangan kembali mengingatkan kita bagaimana Allah begitu mengasihi bangsa israel Umat PilihanNya. Allah mengelilingi dan menjaga bangsa israel sebagai biji MataNya, begitu berharga dan penting bagi Allah. Demikian juga dalam hidup kita sebagai Umat yang telah ditebus dan dikasihiNya, Allah juga akan menjaga kita sebagai biji mataNya dan MilikNya yang berharga. Apapun yang akan kita lewati hari dan minggu ini, tetap percayalah bahwa Kita selalu di kelilingi, diawasi dan di Jaga oleh Allah sendiri.

 

 

Tuhan menjaga kita sebagai Biji MataNya, dan Kita sungguh Berharga bagi Allah. Selamat Hari senin. Tuhan Memberkati

 

 

Selasa, 16 Juni 2020

KEPURA-PURAAN


KEPURA-PURAAN

Bacaan :
Mat 15 : 8 : Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari   
                  pada-Ku

KEPURAAN-PURAAN walaupun baik akan mengakibatkan sesuatu yang buruk. Misal pura-pura baik, pura-pura cinta, pura-pura mengasihi dan pura-pura lainnya. Tuhan Yesus diceritakan oleh Lewi menegur orang-orang Israel yang ada pada saat itu karena hidup mereka didasari kepura-puraan. Bahkan dalam ibadahpun mereka dasari dengan kepura-puraan.
Pura-Pura
Tuhan di lain kesempatan juga menegur Orang Farisi dan Ahli Taurat yang penuh dengan kepuraan-puraan (Matius 23 : 23-27). Tuhan Yesus ajarkan kepada para murid untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan.  Kepura-puraan itu adalah PALSU. Seorang yang mengasihi istrinya dengan pura-pura itu adalah kasih palsu.

Rabu, 06 Mei 2020

HIDUP ADALAH KESEMPATAN

                 HIDUP ADALAH KESEMPATAN


Fil 1:22a“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah…”

Ada sebuah pujian lama yang sangat memberkati kehidupan orang percaya. Pujian ini mengatakan : 


Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Jika kita menyanyikan pujian ini saya percaya anda pasti menangkap maksud dari si penulis lagu ini. Secara singkat saya menangkap bahwa penulis lagu ini memiliki sebuah kerinduan dalam hidupnya untuk menjadi berkat dalam hal apapun. Selagi masih kuat menunjukkan bahwa suatu saat manusia akan menjadi lemah dan tak berdaya lagi. Tetapi sebelum tiba akan hari itu, penulis merindukan hidupnya sudah jadi berkat.

Apa yang dirindukan oleh penulis hidup adalah kesempatan, juga dirindukan oleh Rasul Paulus yang dalam suratnya kepada Jemaat FIlipi dia mengatakan bahwa selagi aku masih hidup dalam dunia aku mau memberi buah. Rasul Paulus membuktikan ucapan lewat sepak terjanngnya dalam dunia pelayanan. Bagaimana dia membuka pos-pos pelayanan yang akhirnya menjadi gereja di beberapa tempat. Bahkan ketika dia sakit dan berdoa kepada Tuhan supaya duri dalam dagingnya dicabut, dan jawaban Tuhan tidak!! Paulus tidak sekalipun kendor untuk TETAP menjadi berkat bagi orang lain. Rasul Paulus adalah salah satu contoh tokoh yang ada dalam Alkitab yang mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan dan sejarah kristen mencatat beliau sangat menjadi berkat.

Senin, 04 Mei 2020

HUKUM TABUR TUAI

RENUNGAN MARANATHA FAMILY
Senin, 4 Mei 2020

Bacaan :  Galatia 6 : 7 : Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya

HUKUM TABUR TUAI


Menabur Benih
Hukum tabur tuai sering dianggap oleh setiap kita orang percaya bahwa apa yang ditabur, itu yang akan dituai. Ini memang TIDAK SALAH karena Alkitab telah menyatakannya bahwa apa yang ditabur itu yang akan dituai. Permasalahannya ketika  kita berbuat baik kepada seseorang terkadang balasannya bleum tentu baik. Apakah ini berarti hukum tabur tuai salah??
Karena pemahaman yang kurang tepat tentang hukum tabur tuai maka  ada begitu banyak orang tidak mau berbuat baik kepada semua orang karena berpikir akan mendapatkan yang jahat. Ini adalah pandangan orang dunia, karena tidak ada kepastian di dalam pemikiran mereka tentang tuaian atas kebaikan yang diperbuat. Ketika yang baik dilakukan, justru yang jahat yang datang kepada mereka sehingga menjadi jera untuk menabur kebaikan. Maka dari sinilah ada istilah, air susu dibalas dengan air tuba. Artinya kebaikan dibalas dengan kejahatan.

Berbeda dengan pemikiran orang dunia, justru bagi umat Tuhan hukum tabur tuai itu ada kepastian karena di dalam Yesus ada kepastian. Di dalam kitab Galatia 6:7b  dikatakan bahwa apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Apabila ditabur yang jahat, maka akan dituai yang jahat juga. Sebaliknya, apabila ditabur yang baik, maka akan dituai yang baik juga. Lantas, bagaimana ketika kita berbuat baik kepada seseorang, kemudian orang itu justru membalas kepada kita hal yang jahat? Apakah hukum tabur tuai tetap berlaku bagi umat Tuhan? Dalam hal ini, Firman Tuhan tidak pernah salah di dalam menyatakan kehendakNya kepada manusia.

Kalau mengikuti kisah tentang Yusuf di dalam kitab Kejadian, kita dapat belajar lebih banyak mengenai hukum tabur tuai ini. Dalam hal ini, Yusuf selalu berbuat baik kepada saudara-saudaranya, namun saudara-saudaranya malah membenci bahkan tega menjual dirinya kepada orang Mesir. Walaupun Yusuf telah disakiti, namun Yusuf tidak pernah mengatakan air susu dibalas dengan air tuba kepada orang lain. Di negeri orang, Yusuf tetap tidak jera berbuat baik kepada orang lain, namun tetap saja kebaikannya dibalas dengan kejahatan karena dia difitnah oleh istri Potifar yang merupakan tuannya. Kesetiaan Yusuf untuk berbuat baik kepada setiap orang memang patut diacungi jempol, karena ternyata kebaikan yang dia tabur menghasilkan buah kebaikan bagi dirinya dan keluarganya. Di sini dapat dilihat bahwa hukum tabur tuai itu tetap berlaku dan memang akan terjadi di dalam diri kita. Ketika kita menabur yang baik, maka ketika menantikan hasilnya, ada suatu proses yang akan membuat buah yang dihasilkan akan sangat baik. 


Sabtu, 02 Mei 2020

KEBUTUHAN PENDIDIKAN


RENUNGAN MARANATHA FAMILY
Sabtu, 2 Mei 2020

Bacaan : Amsal 1 : 7-8:
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

KEBUTUHAN PENDIDIKAN

Hari ini, 2 Mei adalah hari yang bersejarah bagi sejarah Pendidikan Nasional. Salah satu tokoh Pendidikan Nasional yaitu Ki Hadjar Dewantoro dilahirkan. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Beliau memperjuangkan pendidikan anak-anak indonesia karena tahu bahwa pendidikan ini adalah kebutuhan penting bagi perkembangan anak.

Jumat, 01 Mei 2020

HAMBA KEBENARAN


RENUNGAN MARANATHA FAMILY
Jumat, 1 Mei 2020

Bacaan : Roma 6 : 18-19 : Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

HAMBA KEBENARAN

Tepat pada hari ini 1 Mei  para pekerja (buruh) sedang merayakan hari jadinya.
1 Mei sebagai sebuah momen bagi buruh telah melewati masa yang panjang. Perayaan hari buruh internasional satu Mei berawal dari perjuangan 200.000 buruh di Amerika pada 1886 yang melakukan mogok massal menuntut delapan jam kerja, hak untuk cuti, delapan jam kerja, hak berserikat, hak untuk mendapatkan pesangon, hak untuk kesehatan, hak untuk mendapatkan hari libur, hingga kesetaraan upah bagi laki-laki dan perempuan adalah hak yang diperoleh dari perjuangan kaum buruh.

Kamis, 30 April 2020

EGOIS


RENUNGAN MARANATHA FAMILY
KAMIS, 30 April 2020

Bacaan : 2 Timotius 3 :1-2 : Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama

EGOIS

Egois
Setiap manusia pada dasarnya pasti ada ego dalam dirinya. Tetapi yang membedakan manusia satu dengan lainnya adalah penguasaan diri terhadap ego itu. Di awal-awal  Pademi Corona kita pernah mendengar berapa banyak barang-barang yang biasanya ready banyak tiba-tiba kosong. Ada yang mengatakan karena ditimbun oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan dari pandemi Corona.

Kita bisa melihat beberapa manusia yang terkadang menjadi egois bahkan cenderung menjadi kejam. Thomas Hobbes mengatakan  dalam sebuah ungkapan Ungkapan “homo homini lupus” (manusia adalah serigala bagi manusia lain). Sesama manusia terkadang bisa saling memangsa. Ngeri bukan karena ego yang tidak terkendali.

Rabu, 29 April 2020

HATI YANG GEMBIRA


RENUNGAN MARANATHA FAMILY
Rabu, 29 April 2020

Amsal 17 : 22 :Hati yang gembira menyehatkan badan; hati yang murung mematahkan
                           semangat (ALKITAB BAHASA INDONESIA SEHARI-HARI)


HATI YANG GEMBIRA

Dalam kehidupan seorang manusia pasti akan diperhadapkan dengan berbagai macam hal. Baik itu suka maupun duka, kegembiraan atau kesedihan dan hal lainnya. Banyak pergumulan kita semua ditengah-tengah pandemi corona ini. Pelaku usaha omsetnya menurun, pelajar/mahasiswa tidak bisa study sebagaiman biasanya dan para ibu-ibu semakin bingung untuk mengatur kebutuhan rumah tangga dll.

 Alkitab mengingatkan dalam hidup kita biarlah senantiasa ada sukacita dalam kehidupan kita semua. Sebab Hati yang gembira itu menyehatkan badan, memberikan kepada kita kekuatan.

Menurut Warren W. Wiersbe Sukacita itu melebihi kebahagiaan. Kebahagiaan tergantung pada peristiwa-peristiwa yang berjalan dengan lancar; namun demikian walau segala sesuatu berjalan tidak lancar, anda tetap dapat bersukacita.

Senin, 27 April 2020

BERHARGA DI MATA ALLAH


*RENUNGAN MARANATHA FAMILY*
SENIN, 27 APRIL 2020

BERHARGA BAGI ALLAH

BACAAN: YES 43:4 _Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu._

Hidup yang kita miliki saat ini adalah anugrah Tuhan, dengan tidak terlepas dari persoalan dan tantangan yang kita hadapi. Ketika manusia menghadapi satu titik dimana dia merasa kecewa akan banyak hal dalam hidupnya karena tidak sesuai dengan apa yang di harapkan. Hal inilah terkadang yang membuat kita merasa tidak ada artinya. Kekecewaan sering membuat orang memandang bahwa segala sesuatu yang dialaminya sehingga dia merasa tidak berharga bagi siapapun.

Sabtu, 25 April 2020

BERTEMU DENGAN TUHAN


*RENUNGAN MARANATHA FAMILY*
Minggu , 26 APRIL 2020

“BERTEMU DENGAN TUHAN”


BACAAN : YES 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Ada seorang anak yang sangat disayangi oleh ayahnya, dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari keluarganya. Karena merasa sangat disayangi dia meremehkan kasih sayang dari ayahnya itu, dia suka sekali melawan, bahkan dia lebih senang menghabiskan waktnya bersama dengan teman-temannya dibandingkan dengan ayah dan keluarganya. Bertahun-tahun berlalu ayahnya tetap menyanginya, sampai pada suatu hari ayahnya secara tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal dunia. Hari-hari yang dia lalui setelah kepergian ayahnya adalah penyesalan karena kesempatan yang sudah dia sia-siakan untuk memberikan waktunya bersama dengan ayahnya yang sudah bekerja keras baginya untuk membahagiakan dan memberikan kasih sayang yang besar. Ketika dia pulang kerumah sudah tidak ada lagi sapaan hangat dar ayahnya atau pertanyaan-pertnyaan perhatian yang slalu diabaikan selma ini. begitu juga dalam hidup kita kadang kita terlena dengan kasih sayang yang diberikan Bapa, merasa semua baik-baik saja tidak perlu untuk memberikan waktupun Bapa memberi yang baik untuk hidup kita. Nabi Yesaya kembali ingatkan kita hari ini Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

PERCAYA SAJA

RENUNGAN MARANATHA FAMILY
SABTU, 25 APRIL 2020


PERCAYA SAJA

BACAAN : Mrk 4:40 _Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"_

Tuhan Yesus menolong Petrus
Hari- hari ini begitu banyak hal yang membuat kita secara manusia khawatir, takut, cemas, dan gelisah dengan kondisi yang terus terjadi yang bahhkan tidak ada yang tahu kapan konidisi ini akan berakhir. Kondisi saat ini yang kita alami sama sperti yang dialami murid-murid saat itu, ketika dalam suatu perjalanan dalam perahu bersama dengan Tuhan Yesus mereka juga tidak terlepas dari badai topan yang mengamuk ditengah danau. Bahkan dalam kondisi yang menakutkan iman mereka mulai goyah, mereka mulai meragukan Yesus dalam hidup mereka.

Ay. 38 (Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"). melewati kondisi yang seperti ini mungkin kita juga bertanya, mengapa seakan Tuhan diam dan membiarkan kita terus ada dalam situasi yang menakutkan seperti ini. Bukan lagi tentang mengapa Tuhan membiarkan konidisi seperti ini kita alami tapi ingat kembali apa yang dikatakan Yesus: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?".

Jumat, 24 April 2020

HIKMAT DAN DIDIKAN

 RENUNGAN MARANATHA FAMILY
Jumat, 24 April 2020

Bacaan Amsal 1:7 :Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.


HIKMAT DAN DIDIKAN


Budi adalah seorang pelajar SLTA di suatu sekolah favorit di kotanya. Sebagai seorang pelajar, Budi pasti mendapatkan tuga-tugas dari gurunya. Tetapi bagi Budi, tugas-tugas itu dia sepelekan dengan tidak mau mengerjakannya. dan jikapun dia mengerjakannya, itupun dengan asal-asalan. Dan pasti bisa ditebak nilanya jelek dan sampai dia tidak naik kelas.
Cerita diatas hanya ilustrasi dari seseorang yang menolak sebuah didikan. Guru memberikan tugas/PR bukan untuk membebani murid tetapi lebih untuk 'mengasah' kemampuan para murid untuk mencerna dan mengulang materi yang telah disampaikan si guru.

Penulis Amsal juga mengingatkan dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan, TUHAN ingin mendidik kita dalam KebenaranNya. Dia ingin kita mengerti rencana Allah yang begitu hebat yang sedang dikerjakan dalam kehidupan ini. Allah ingin membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang KUAT, TANGGUH, HEBAT dan yang pasti BIJAKSANA. Oleh karena itu jadilah pribadi yang takut akan Tuhan. Jangan suka membantah Tuhan atau bersungut-sungut kepada Tuhan. Jadilah Bijak dalam segala sesuatu dengan memperhatikan dan memahami Firman Tuhan yang sudah diajarkan dalam kehidupanmu.

Doa hari ini : Tuhan ajar kami untuk menjadi pribadi yang mau Engkau didik dan Engkau ajar dalam segala sesuatu sehingga kami menjadi pribadi yang semakin baik dan berkenan kepadaMu


HIKMAT dan DIDIKAN DAPAT KITA PEROLEH DARI FIRMANNYA

Tuhan Yesus berkati!!
(dk)

Kamis, 23 April 2020

JANGAN KUATIR

RENUNGAN MARANATHA FAMILY
Kamis, 23 April 2020

JANGAN KUATIR


Bacaan : 
Matius 6 : 25-26 :"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu


Setiap manusia siapapun juga besar kecil,tua muda, orang yang ada di kota, desa bahkan pegununganpun pernah mengalami kekuatiran. Kuatir/cemas adalah bagian dari emosi manusia ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diimpikan/direncanakan. Apakah kuatir itu SALAH?? 

Dalam Matius 6 ini, Tuhan Yesus sedang mengingatkan pengikutnya untuk TIDAK KUATIR secara berlebihan. Baik itu untuk makan, minum, dan apa yang akan dipakai. Bahkan Tuhan Yesus memberikan sebuah ilustrasi kalau burung saja dipelihara, apalagi kita yg adalah manusia yang dicintainya.

Rabu, 22 April 2020

MENDEKATLAH KEPADA TUHAN


Bacaan : 
Mat 11 : 28-30 : Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
 

MENDEKATLAH KEPADA TUHAN


Seorang pemuda yang baru saja kehilangan pekerjaan datang ke rumah seorang pendeta tua. Sang pemuda bersahabat baik dengan pendeta tua tersebut. 

Pemuda itu berteriak-teriak memanggil pendeta sambil mengeluh mengenai masalah yang menimpanya,"Pendeta...Pendeta aku banyak mengalami masalah dalam hiduhku dan sekarang aku hehilangan pekerjaan. Mengapa bisa begini?"

Karna pendeta yang sedang belajar di dalam ruangan tidak mendengar suaranya, maka si pemuda menjadi kalap. Ia mengepalkan tinjunya sambil berteriak, "Pendeta bilang Tuhan akan selalu menolong, tetapi mengapa aku seperti ini ?"

Mendengar ada suara ribut-ribut di luar, pendeta tua pun berjalan keluar. Ia mengucapkan sesuatu dan menanti tanggapan si pemuda. Tetapi si pemuda itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh pendeta tua. 
 
Masih diam di tempatnya, si pemuda bertanya, "Pendeta bilang apa?" 
 
Sambil duduk di sebuah bangku kayu, pendeta itu mengucapkan sesuatu, tetapi si pemuda masih belum bisa mendengar apa yang dikatakannya. Akhirnya ia pun mendekati pendeta  dan duduk di sampingnya. 
 
Pendeta menepuk pundaknya dengan lembut sembari berkata, "Anakku, di dalam kekalapan karena masalah hidup, terkadang kita tidak bisa mendengar suara Tuhan, seolah-olah Dia tidak peduli terhadap kita, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Tuhan kadang berbisik, sehingga kita perlu mendekat kepadaNya untuk bisa mendengarkan suaraNya." 

Selasa, 21 April 2020

HATI YANG MENGAMPUNI

HATI YANG MENGAMPUNI

Renungan Maranatha Family

Bacaan :
Kejadian 50 :20 :  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar

Mengampuni dengan ketulusan
Tidak mudah untuk memperkatakan pernyataan ini kepada orang lain. Pernyataan di atas adalah sebuah kalimat yang keluar dari mulut Yusuf ketika saudara-saudaranya hendak memohon ampun kepadanya karena takut apabila dirinya  akan membalas dendam.

Yusuf mempunyai pengalaman yang kurang baik dengan saudara-saudaranya. Ketika mereka bersama-sama, Yusuf diperlakukan dengan tidak baik. Dia hendak dibunuh oleh saudara-saudaranya (walau tidak jadi) dan akhirnya Yusuf dijual ke orang Midian.

Senin, 20 April 2020

KRISTUS DALAMKU


KRISTUS DALAMKU


Bacaan: Galatia 2:20  : namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku

Menjadi Seperti Yesus
Seringkali mungkin kita pernah melihat seseorang yang dulunya adalah orang yang jahat, egois, pemarah, suka menghakimi dan hal-hal jelek lainnya berubah 180 derajat dan membuat kita terheran-heran. Dan sepertinya kita merasa seperti melihat pribadi yang lain dalam diri orang itu. Hal inilah yang dilihat orang Israel saat itu dalam diri Rasul Paulus. Mereka heran dengan perubahan drastis dari dirinya.

Rasul Paulus sendiri pernah menyaksikan dirinya berubah total dari seorang Penghujat Kristus menjadi seorang Pengikut Kristus yang luar biasa. 1 Tim 1 : 13,  : aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman; Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

IRI HATI ITU MERUGIKAN

RENUNGAN MARANATHA FAMILY 

IRI HATI ITU MERUGIKAN


Bacaan :
Yak 3 : 16 :Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat

Iri hati, Setiap manusia ada potensi untuk terjebak di dalamnya. Menurut wikipedia.com Iri hati (bahasa Inggrisenvybahasa Latininvidia), terkadang disebut juga dengki atau hasad, adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan—baik prestasikekuasaan, atau lainnya—menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya.

Yakobus dipakai Tuhan untuk mengingatkan kepada kita semua bahaya dari iri hati. secara jelas Yakobus nyatakan bahwa ketika ada iri hati disitu ada kekacauan dan kejahatan. seorang yang dikuasai rasa iri/cemburu bisa berbuat apa saja bahkan cenderung melakukan kejahatan. Alkitab mencatat pembunuhan pertama yg terjadi di muka bumi ini dilakukan oleh seorang kakak kepada adiknya karena si kakak iri melihat persembahan adiknya diterima sedangnya dirinya tidak (baca Kejadian 4:1-8).

Raja Saulpun hendak membunuh Daud  karena iri, dia dibandingkan dengan Daud yang notabene adalah prajuritnya. (1 Sam 18:7-9). Yusufpun dibenci oleh saudara-saudaranya karena mereka iri dengan apa yang diperoleh oleh Yusuf. Bahkan Tuhan Yesus difinah dan diserahkan untuk disalib karena orang-orang Yahudi iri dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus (Mat 27:18).

Sabtu, 18 April 2020

MILIK KESAYANGAN TUHAN


MILIK KESAYANGAN TUHAN


Bacaan: 
Maleakhi 3:16-17: Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya." Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

Andi anak kecil yang berumur 7 tahun baru saja dibelikan papanya sebuah mainan robot-robotan. Andi sangat menyukai mainannya ini sehingga tidak dibiarkan mainannya itu kotor bahkan ketika dia tidur, mainannyapun diajak turut serta.

 Andi melakukannya karena dia menyayangi mainannya itu.
Jika seorang anak kecil saja tahu bagaimana cara menyayangi apalagi Bapa kita di Surga. Maleakhi 3:16-17 mengingatkan kita semua bahwa Allah begitu menyayangi umatNya dan menjadikan mereka yang takut kepadaNya menjadi anak-anakNya. Dan itu adalah bagian kita semua, orang percaya yang dekat dan mengasihiNya.

Kamis, 16 April 2020

MENGERJAKAN UNTUK TUHAN


MENGERJAKAN UNTUK TUHAN


Bacaan: Kol 3:23 : Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Dalam sebuah keluarga setiap dari kita mempunyai perannya masing-masing, ada yang sebagai orang tua, anak, cucu dll. Begitupula dalam pelayanan pada Tuhan, kita juga diberikan tanggung jawab yang berbeda seorang dengan yang lainnya. 

Terkadang dalam melakukan setiap peran yang telah Tuhan percayakan ada satu titik dimana mungkin kita merasa terlalu berat, kemudian membuat kita  mengeluh pada Tuhan tentang apa yang sedang dikerjakan. Tuhan kembali ingatkan bahwa apa yang kita perbuat haruslah dikerjakan dengan segenap hati untuk Tuhan. Bekerja memang untuk keluarga kita, tetapi kerjakan itu sebagai wujud pelayananmu pada Tuhan yang kamu mulai dari lingkup terkecil yaitu melayani keluarga.

 Melayani Tuhan di gereja juga harus kita kerjakan bukan untuk Gembala tetapi kita sedang mengerjakannya untuk Tuhan. Jadi apapun yang sedang dipercayakan untuk engkau kerjakan, lakukanlah untuk Tuhan sehingga hati kita akan selalu dilimpahi damai sejahtera karena Tuhan ada disetiap apa yang kita kerjakan.

Doa hari ini: Tuhan ajari aku memahami bahwa apa yang aku kerjakan hari ini, bukan untuk manusia tetapi aku mengerjakan untuk Engkau, sebagai wujud pelayananku kepada Tuhan baik dalam keluargaku, pekerjaanku maupun dimanapun Tuhan tempatkan aku

“KERJAKAN SEMUA UNTUK TUHAN, MAKA ENGKAU AKAN MENERIMA
SUKACITA DAN DAMAI SEJAHTERANYA”

TUHAN YESUS MEMBERKATI. (nav)

PEKA UNTUK MENDENGAR


PEKA UNTUK MENDENGAR


Bacaan : Kej. 12:1&4
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;  Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Abraham adalah bapa orang percaya yang memberikan teladan luar biasa dalam hidup orang percaya. Dia adalah pribadi yang peka dalam mendengar suara Tuhan bahkan mendengar tanpa banyak bertanya disaat Tuhan memberikan perintah dalam hidupnya.
Banyak orang seringkali lebih banyak mempertanyakan banyak hal pada Tuhan tentang apa yang mereka alami dalam hidupnya, sehingga lupa untuk mendengar suara Tuhan dalam hidupnya.
Rasul Yakobus  ingatkan dalam Yak 1:19 : Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.Ada waktu dimana Tuhan ingin kita mendengarkan apa yang jadi Rancangan Tuhan lewat hidup kita.

KATEGORI

admin (28) ARTIKEL (10) FOTO (6) GAMBAR (14) GIZI untuk ROHANI (36) HP (4) HUMOR (8) KARTU UCAPAN (8) KEGIATAN (7) KESEHATAN (19) KHOTBAH (12) Lagu Rohani Kristen (11) MOTIVASI (25) NATAL (30) PASKAH (1) PELAYAN TUHAN (8) PENGETAHUAN (70) POTRET (2) RENUNGAN (73) software (9) TABERNAKEL (18) TIPS (5) Youth (56)

Arsip Blog